Daun Pegagan


Daun PegaganDaun Pegagan selain dikenal sangat baik untuk memperlancar sirkulasi darah ke otak, juga merupakan tanaman yang banyak orang tahu akan manfaat dan khasitanya untuk terapi kesehatan dan pengobatan. Kalau ingin tahu, Coba Anda jalan-jalan di pematang sawah, Anda akan menemui tanaman perdu yang disebut pegagan, yang sering diremehkan orang. Padahal, pegagan mempunyai khasiat seabreg untuk kesehatan kita. Herbal Pegagan, yang biasa dibuat lalap oleh orang Sunda dan diurap oleh orang Melayu ternyata mempunyai segudang manfaat yang berguna bagi kesehatan fisik maupun mental. Herba yang sering kita jumpai ini, dikenal secara umum dengan nama gotukola (latin: Centella Asiatic) adalah tanaman liar yang tumbuh di tanah basah dan lembab dan telah lama digunakan sebagai ramuan yang berkhasiat mengobati penyakit di China dan Indonesia. Kalau di Cina terkenal dengan ginsengnya, maka di India herbalist menggunakan Herbal Pegagan sebagai tonikum otak dan tonikum untuk panjang usia.


Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, seperti gangguan kulit, saraf, dan memperbaiki peredaran darah. Ribuan tahun berlalu, nama Centella asiatica itu semakin dikenal. Genus asiatica mengindikasikan pegagan berasal dari benua Asia.

Berbagai penelitian membuktikan khasiat pegagan sebagai tanaman obat. Salah satu khasiat yang paling banyak diteliti adalah yang menyangkut kecerdasan. Penelitian terbaru di India membuktikan tanaman keluarga Umbelliferae itu juga berguna bagi anak yang mengalami keterbelakangan mental.

Bermanfaat Untuk Meningkatkan IQ / Kecerdasan Otak

Ekstrak daun PegaganEkstrak daun Pegagan

Penelitian yang dilakukan oleh Prof Veena Kalra, Hilna Zamir, Pandey RM, dan Kala Suhas Kulkari, dari  Research and Developent Center, The Himalaya Drug Company, Makali, Bangalore India itu bahakan sudah memasuki tahap uji klinis. Uji klinis pada 2002 dilakukan pada anak usia sekolah, umur 6-12 tahun, yang menderita Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). ADHD adalah kelainan otak yang umum terjadi pada anak-anak, yang dicirikan dengan ketidakmampuan melakukan tugas sederana, hiperaktif, dan implusif.

Peserta uji klnis memiliki kisaran Intelligent Quotient (IQ) 90-110. Seluruh peserta dibagi dalam dua kelompok, masing-masing terdiri dari 30 anak. Kelompok pertama diberi plasebo dan digunakan sebagai kontrol. Kelompok kedua diberi ramuan herbal mentat yang sudah dibentuk tablet. Mentat terdiri dari 70 mg Centella asiatica, 136 mg Bacopa monnieri, 52 mg Evovulus alsinodes, 52 mg Nardostachys jatamansi, 50 mg valeriana wallichi, 50 mg Embeia ribes, 50 mg Prunus amiygdalus, 36 mg Trinospora cordifolia, 36 mg Terminalia chebula, 36 mg Emblica offcinalis, 32 mg Oroxylum indicum, dan 32 mg Celastrus paniculatus.

Baik plasebo maupun mentat diberkan dengan dosis 2 tablet perhari. Penelitian dilakukan selama 6 bulan. Setap 2 bulan sekali kemajuan peserta klinis dipantau. Pada 4 bulan pertama, kelompok 2 menunjukkan peningkatan konsentrasi dibandingkan dengan kelompok 1. gerak motorik kelompok 2 juga lebih terkontrol dibandingkan kelompok 1. Hasil akhir setelah 6 bulan menunjukkan kelompok yang diberi mentat mengalami kemajuan pesat.

Penelitian serupa dilakukan oleh B. Sathya dan R. Uthaya Ganga, dari Govt. Siddha Medical College, Palayamkottai, India. Mereka menguji  khasiat serbuk pegagan terhadap IQ anak. Hasilnya, serbuk pegagan terbukti dapat meningkatkan intelegensia. Limabelas anak yang mengalami hambatan mental diberi 500 mg serbuk pegagan selama 1 bulan. Hasilnya, IQ meningkat sampai 4,6%. Semua anak yang mengikuti uji klinis juga lebih berkonsentraasi.

Selain itu, anak yang berperilaku pasif, pemalu, dan gelisah, berubah menjadi periang, komunikatif dan kooperatif. Itulah khasiat dari zat asiaticosida yang terdapat dalam pegagan. Senyawa golongan triterpenoid itu mampu meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan kewaspadaan. Cara kerjanya dengan melancarkan sirkulasi pasokan oksigen dan nutrisi sel ke otak. Selain tu, daun pegagan juga mengandung senyawa alkaloid yang dapat memberikan energi bagi otak



Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel